Semua orang pasti pernah menglami sakit yang diakibatkan kekebalan tubuh menurun atau situasi yang tidak dapat diterima oleh tubuh. Kerap kali demi memulihkan kesehatan kebanyakan orang pergi ke dokter untuk berobat.
Namun tidak halnya dengan orang yang kurang mampu ataupun orang yang lebih menyukai pengobatan secara alami artinya lebih menyukai memilih obat yang langsung dari alam misalnya seperti kunyit yang dapat memperbaiki lambung yang sudah rapuh karena keseringan dalam mengkonsumsi makanan pedas.
Tidak hanya kunyit, banyak lagi obat alami yang sering digunakan sebagai alternatif pengobatan alami. Seperti misalnya belimbing wuluh.
Tahukah anda belimbing wuluh ? Ya belimbing wuluh merupakan buah yang asam berwarna hijau yang bernama latin (Averrhoa bilimbi).
Tanaman ini memiliki kandungan kimia antara lain saponin, tanin, glukosid, kalsium oksalat, sulfur, asam format, peroksida, dan kalium sitrat. Dari kandungan tersebut belimbing wuluh dipercaya dapat mengatasai banyak penyakit.
Pada umumnya, bagian yang paling sering digunakan untuk obat bukan hanya buahnya saja melainkan bunganya yang berwarna merah dan daunnya juga menyimpan seribu satu kegunaan sebagai obat.
Manfaat apa saja yang dapat diperoleh dari tanaman ini antara lain :
DAFTAR ISI
Ambil setengah genggam daun belimbing wuluh dan tumbuk bersama dengan 3 bawang putih. Kompreskan pada bagian yang gondongan.
Caranya rebus daun yang sebelumnya sudah menjadi semacam jamu, dan bunga belimbing wuluh dalam jumlah yang sama dalam air yang mendidih selama setengah jam sampai mendapatkan minuman yang sedikit kental. Minum airnya.
Cara lain, ambil segenggam daun belimbing wuluh, segenggam bunganya, serta 1 buah belimbing wuluh. Rebus dengan 2 gelas air bersama gula batu hingga airnya sisa setengah. Saring dan minum 2 kali sehari.
Ambil sebanyak 10 buah belimbing wuluh dicuci bersih, remas hingga keluar air lalu ditambah dengan ½ sendok teh garam, aduk. Kemudian saring dan minum dua kali sehari.
Segenggam bunga belimbing wuluh, beberapa butir adas, dan gula secukupnya ditambah satu cangkir air. Campuran ditim selama beberapa jam. Setelah dingin disaring dengan kain dan dibagi untuk dua kali minum, pagi dan malam saat perut masih kosong.
6 buah belimbing wuluh dilumatkan lalu direbus dengan segelas air hingga sisa separuhnya. Saring dan minum dua kali sehari.
Cuci segenggam daun belimbing wuluh. Tumbuk sampai halus dan tambahkan kapur sirih, tumbuk lagi jangan terlalu halus, lalu gosokkan kebagian yang sakit.
Rebus 10 kuntum bunga belimbing wuluh, asam jawa, dan gula aren dengan 3 gelas air hingga airnya tersisa 3/4 bagian. Saring lalu minum dua kali sehari.
Cuci 5 buah belimbing wuluh lalu kunyah dengan garam. Ulangi beberapa kali sampai hilang rasa sakitnya.
Ambil buah belimbing wuluh secukupnya lalu ditumbuk halus. Ramuan diremas dengan garam secukupnya dan digunakan untuk menggosok muka yang berjerawat.
Obat panu, 10 buah belimbing wuluh dicuci lalu digiling halus. Tambahkan sedikit kapur sirih, diremas sampai rata. Ramuan digunakan untuk menggosok kulit berpanu sebanyak dua kali sehari.
Tiga buah belimbing wuluh dipotong- potong, rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin disaring dan diminum setelah makan pagi.
Lima buah belimbing wuluh dimakan dengan sedikit garam, kunyah di tempat gigi yang berlubang.
**
Karena banyak mengandung zat–zat untuk obat, belimbing wuluh banyak dibudidayakan baik itu sebagai perkebunan maupun hanya ditanam di belakang halaman rumah, karena sewaktu–waktu dapat dipakai dan bermanfaat untuk obat tradisional.